Sabtu, 28 Agustus 2010

icwuth bicara M.A.T.I

Mati. Yaph M.A.T.I (baca : em a te i). Aku juga takut ma yang namanya mati. Kenapa ? karena aku belum siap. Aku ngerasa kalau amalan yang aku bawa ke akhirat nanti belum cukup. Seperti kata pak toha-guru fisika aku, kalau amalan baik kita tu lebih banyak maka ntar pas di liang lahat kita akan tidur di permadani tebal di temani bidadari cantik yang merupakan wujud amal kita. Dan apabila amalan buruk kita tu lebih banyak mka sebaliknya, liang lahat kita di lapisi oleh bara neraka dan di temani dengan seseorang yang buruk rupa yang merupakan amalan kita semasa di dunia. MATI. Kalau bukan kejadian duka yang melanda SAINS 4 yaitu meninggalnya ibu salah satu teman kami, aku nggak akan bakal takut mati. WHY ? kata anak autis aku-yaumil, Kalau aku mati dia bakal disamping aku nd calon suaminya-pino bakal ngaji. Kenapa pino yang ngaji? karena perwakilan dari abangnya. Hiahh...sialan!. Kata yaumil lagi, kalau aku mati daddy orx ni plus istri brunya bakal ngelayat dengan expresi tertawa terbahak-bahak.sialan lagi!. Imam ghazali berkata : apa yang paling jauh dengan kamu ? Masa Lalu. dan apa yang paling dekat dengan kamu? MATI. ckckck. Emang kata-kata ni yang sering kali aku dengar di flamboyan FM pas ngantar c gendut les. Tapi aku juga nggak nyadar juga tu akan mati.wkwkwk. Aku sedih banget pas ngelihat temen aku thu pingsan sampe 3 X gara2 gag kuat nerima kenyataan kalau orang tua yang hanya tinggal satu-satunya yag ia miliki meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Ia pingsan bukan karena penyakit, tetapi karena perasaan. Wajah pucat tak ingin kehilangan terbayang di wajahnya. Ia kelihatan sedang memikirkan memori indah dengan ibunya. Dan ingin mencoba mengulangi masa lalu itu kembali. Dia berharap ini adalah sebuah mimpi. Rasanya teman-teman lain yang berada disampingnya ingin menangis, tetapi karena tidak ingin membuat ia juga sedih mereka membendung air mata mereka dalam-dalam. Rasanya aku juga ingin menangis tetapi nggak bisa dan nggak mungkin untuk keadaan seperti ini. Aku mencoba membuat dia tersenyum walaupun sedikit tetapi sulit baginya pada saat itu. Hinggat suatu saat aku yang sedang memijat kaki dinginnya dan melontarkan sedikit pertanyaan,"enak an pex acw pijat?". Dia pun tersenyum. Hati kami rasanya sangat senang sekali ketika melihat teman kami itu tersenyum. Memang kehilangan orangyang kita cintai tu sangat sulit. Tetapi kita tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan dan air mata. Kami harap kamu bisa kuat teman. Ingat! Dibalik semua cobaan pasti ada hikmahnya. So, Never give up pals !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar